Transformasi Budaya Literasi Santri : Integrasi Kitab Kuning dan Literasi Digital di Buntet Pesantren

Authors

  • Syibromilisi STIT Buntet Pesantren Cirebon
  • Ahmad Faiz Hamka STIT Buntet Pesantren Cirebon
  • Neng Wardatushobariah STIT Buntet Pesantren Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v6i1.832

Keywords:

budaya literasi; santri; kitab kuning; literasi digital; pesantren

Abstract

Literasi pesantren berkembang dalam ketegangan produktif antara tradisi kitab kuning dan tuntutan literasi digital. Kajian terdahulu umumnya mendeskripsikan program literasi atau pemanfaatan teknologi secara terpisah, sehingga belum cukup menjelaskan bagaimana otoritas pedagogis, praktik membaca klasik, fasilitas, dan media digital dikelola sebagai satu ekologi literasi. Penelitian ini menganalisis bentuk praktik, faktor penggerak dan pembatas, serta implikasi pengelolaan budaya literasi santri di Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif dengan informan purposif yang mencakup santri aktif, pengasuh atau kiai, serta pengelola kegiatan literasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan enam tahap analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa kitab kuning tetap menjadi inti literasi; kiai berfungsi sebagai pengarah, teladan, dan kurator sumber; teknologi digital digunakan sebagai pelengkap yang diatur secara selektif; sedangkan fasilitas, akses, pendampingan menulis, dan variasi partisipasi menjadi kendala utama. Kebaruan penelitian dirumuskan sebagai hibriditas literasi terkelola, yaitu integrasi tradisi dan teknologi melalui otoritas pedagogis pesantren. Pesantren direkomendasikan menyusun tata kelola literasi, inventaris fasilitas, klinik menulis, dan akses digital terarah, sementara penelitian lanjutan perlu melibatkan lebih dari satu pesantren.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’yuni, Q., & Muhammad, D. H. (2023). Penguatan budaya literasi santri di era digital pada Pondok Pesantren Zahrotul Islam. Al-Afkar: Journal for Islamic Studies, 6(1), 59–70.

Anwar, R. K., Komariah, N., & Rahman, M. T. (2017). Pengembangan konsep literasi informasi santri: Kajian di Pesantren Arafah Cililin Bandung Barat. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya, 2(1), 131–142. https://doi.org/10.15575/jw.v2i1.964

Aprillia, M. P., & Iryanti, S. S. (2024). Revitalisasi pendidikan Islam di era digital: Membangun keseimbangan antara tradisi dan inovasi. Al-Muaddib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 6(1), 25–39.

Awwaliyah, N. M. (2019). Pondok pesantren sebagai wadah moderasi Islam di era generasi milenial. Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman, 8(1), 36–62.

Barton, D., & Hamilton, M. (2000). Literacy practices. In D. Barton, M. Hamilton, & R. Ivanič (Eds.), Situated literacies: Reading and writing in context (pp. 7–15). Routledge.

Braun, V., & Clarke, V. (2021a). Can I use TA? Should I use TA? Should I not use TA? Comparing reflexive thematic analysis and other pattern-based qualitative analytic approaches. Counselling and Psychotherapy Research, 21(1), 37–47. https://doi.org/10.1002/capr.12360

Braun, V., & Clarke, V. (2021b). One size fits all? What counts as quality practice in reflexive thematic analysis? Qualitative Research in Psychology, 18(3), 328–352. https://doi.org/10.1080/14780887.2020.1769238

Breakstone, J., Smith, M., Wineburg, S., Rapaport, A., Carle, J., Garland, M., & Saavedra, A. (2021). Students’ civic online reasoning: A national portrait. Educational Researcher, 50(8), 505–515. https://doi.org/10.3102/0013189X211017495

Buckingham, D. (2015). Defining digital literacy: What do young people need to know about digital media? Nordic Journal of Digital Literacy, 10(Jubileumsnummer), 21–35.

Byrne, D. (2022). A worked example of Braun and Clarke’s approach to reflexive thematic analysis. Quality & Quantity, 56, 1391–1412. https://doi.org/10.1007/s11135-021-01182-y

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dirsanala, A., Lolytasari, L., & Jasir, M. S. (2022). Inovasi perpustakaan dalam meningkatkan literasi informasi di Pesantren Darunnajah Jakarta Selatan. Librarianship in Muslim Societies, 1(2), 161–178. https://doi.org/10.15408/lims.v1i2.26919

Hanani, N. (2017). Manajemen pengembangan pembelajaran kitab kuning. Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 15(2).

Harmathilda, H., Yuli, Y., Hakim, A. R., Damayanti, D., & Supriyadi, C. (2024). Transformasi pendidikan pesantren di era modern: Antara tradisi dan inovasi. Karimiyah, 4(1), 33–50.

Haslinda, N. A. (2022). Information-seeking behaviour of Darul Qur’an Mulia Islamic Boarding School students in determining study programs in higher education. Librarianship in Muslim Societies, 1(1), 17–38. https://doi.org/10.15408/lims.v1i1.26063

Hobbs, R. (2017). Create to learn: Introduction to digital literacy. Wiley Blackwell.

Manan, M. A. (2019). Daya tahan dan eksistensi pesantren di era 4.0. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(2), 301–313. https://doi.org/10.35316/jpii.v3i2.135

Maulana, A. (2020). Pengembangan literasi teknologi informasi dan komunikasi di lingkungan Pesantren Tebuireng Jombang. ‘Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan, 4(4), 52–70. https://doi.org/10.15408/adalah.v4i4.18969

Maylaffayza, H., Hidayanti, F., & Rahma, K. A. (2024). Analisis pemetaan tren penelitian pada topik literasi pesantren di era digital periode 2019–2023. Tadabbur: Jurnal Integrasi Keilmuan, 3(1), 46–60. https://doi.org/10.15408/tadabbur.v3i01.41791

McGrew, S., Breakstone, J., Ortega, T., Smith, M., & Wineburg, S. (2018). Can students evaluate online sources? Learning from assessments of civic online reasoning. Theory & Research in Social Education, 46(2), 165–193. https://doi.org/10.1080/00933104.2017.1416320

The New London Group. (1996). A pedagogy of multiliteracies: Designing social futures. Harvard Educational Review, 66(1), 60–92. https://doi.org/10.17763/haer.66.1.17370n67v22j160u

Nichols, T. P., & Stornaiuolo, A. (2019). Assembling “digital literacies”: Contingent pasts, possible futures. Media and Communication, 7(2), 14–24. https://doi.org/10.17645/mac.v7i2.1946

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/53f23881-en

Pangrazio, L., Godhe, A.-L., & Ledesma, A. G. L. (2020). What is digital literacy? A comparative review of publications across three language contexts. E-Learning and Digital Media, 17(6), 442–459. https://doi.org/10.1177/2042753020946291

Paramansyah, A., Siradj, S., Husna, A. I. N., & Ernawati, E. (2022). Karakteristik pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 4(2), 221–247.

Polizzi, G. (2020). Digital literacy and the national curriculum for England: Learning from how the experts engage with and evaluate online content. Computers & Education, 152, 103859. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103859

Prastyo, A. T., & Inayati, I. N. (2022). Implementasi budaya literasi digital untuk menguatkan moderasi beragama bagi santri: Studi kasus di Ma’had UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. INCARE: International Journal of Educational Resources, 2(6), 665–683.

Ramli, M., Saridewi, N., & Rifki, A. (2021). Analysing traditional Islamic boarding school students’ scientific literacy using PISA framework. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 6(1), 31–39. https://doi.org/10.26740/jppipa.v6n1.p31-39

Rifauddin, M., Ariyanti, N. N., & Pratama, B. A. (2020). Pembinaan literasi di pondok pesantren sebagai bekal santri hidup bermasyarakat. Info Bibliotheca: Jurnal Perpustakaan dan Ilmu Informasi, 1(2), 99–112.

Rifqi, A. N. (2021). Implementasi literasi informasi dan peran perpustakaan dalam sistem pembelajaran di pesantren era masyarakat informasi. LibTech: Library and Information Science Journal, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.18860/libtech.v2i1.15955

Romdhoni, A. (2016). Dakwah dan tradisi literasi di pondok pesantren: Studi kasus di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Jurnal Bimas Islam, 9(1), 117–150.

Shiddiq, A. (2015). Tradisi akademik pesantren. TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 218–229.

Shidiq, R. (2017). Transformasi pendidikan pesantren dalam perspektif K. H. Sahal Mahfudh. Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam, 2(2), 208–229.

Street, B. V. (2003). What’s “new” in New Literacy Studies? Critical approaches to literacy in theory and practice. Current Issues in Comparative Education, 5(2), 77–91.

UNESCO. (2024a). Literacy. https://www.unesco.org/en/literacy

UNESCO. (2024b). Media and information literacy. https://www.unesco.org/en/articles/media-and-information-literacy

Vuorikari, R., Kluzer, S., & Punie, Y. (2022). DigComp 2.2: The digital competence framework for citizens—With new examples of knowledge, skills and attitudes. Publications Office of the European Union. https://doi.org/10.2760/115376

Wati, K., Lubis, M., & Walid, A. (2021). Peranan pesantren dalam menghadapi generasi alfa dan tantangan dunia pendidikan era Revolusi Industri 4.0. Attadib: Journal of Elementary Education, 5(2), 131–139.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yoliadi, D. N. (2022). Keterbatasan koleksi literasi Islam dalam pemenuhan informasi bidang studi Islam di Perpustakaan Pondok Pesantren Darul Ulum Tigo Jangko Lintau Buo. Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial dan Budaya, 4(1), 1–7.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Transformasi Budaya Literasi Santri : Integrasi Kitab Kuning dan Literasi Digital di Buntet Pesantren. (2026). TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 166-179. https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v6i1.832