Normalisasi Hutang di Kalangan Generasi Digital: Studi Sosio-Yuridis dalam Perspektif Maqashid Syari’ah
DOI:
https://doi.org/10.54213/8sg02y84Keywords:
Normalisasi Hutang Digital; Generasi Digital; Hukum Islam Kontemporer; Maqāṣid al-Sharī‘ah; Qardh; Riba.Abstract
Penelitian ini menganalisis fenomena normalisasi hutang digital di kalangan generasi digital dalam perspektif hukum Islam kontemporer. Transformasi teknologi finansial, seperti fitur paylater, cicilan e-commerce, dan pinjaman online berbasis aplikasi, telah menggeser makna hutang dari instrumen darurat menjadi bagian dari praktik konsumsi rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perubahan makna tersebut, mengidentifikasi faktor pendorongnya, serta menganalisis implikasi normatifnya dalam kerangka hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-sosiologis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pengguna hutang digital. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah sebagai pisau analisis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi hutang digital dipengaruhi oleh faktor teknologis (kemudahan akses dan integrasi sistem pembayaran), faktor sosial-budaya (konsumerisme digital dan tekanan sosial), serta faktor regulatif yang memberikan legitimasi formal terhadap praktik tersebut. Dalam perspektif hukum Islam, fenomena ini menimbulkan ketegangan antara keabsahan akad secara formal dan dimensi moral serta maqāṣid, khususnya dalam aspek perlindungan harta (ḥifẓ al-māl) dan pencegahan praktik yang mendekati riba. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi pendekatan hukum Islam yang tidak hanya berorientasi pada legalitas akad, tetapi juga pada dimensi etika, sosial, dan dampak perilaku ekonomi generasi digital. Penelitian ini menegaskan urgensi penguatan literasi hukum Islam dan pendekatan berbasis maqāṣid dalam merespons dinamika hutang digital di era kontemporer.
Downloads
References
Al-Anshori, Z. bin M. (2021). Fath Al-Wahhab. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Al-Malibari, Z. A. A. (2015). Fathul Muin. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Allison, C. R. (2015). Law in books versus law in action: A review of the socio-legal literature. Behind a Veil of Ignorance? Power and Uncertainty in Constitutional Design, 35–54.
Anggraini, B., Widya, L. T., Indra, Y. A., Ak, M., & Isnaini, D. (2022). Akad tabarru’& tijarah: Dalam tinjauan fiqih muamalah. Cv. Sinar Jaya Berseri.
Asroruddin, M., Sainun, S., & Wathani, L. M. N. (2025). Negative Impact of Online Loans on Muslim Family Harmonization in Kediri District West Lombok. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 8(3), 1723–1745.
Azwar Iskandar. (2019). Green Economy Indonesia Dalam Perspektif Maqashid Syari’ah. Al-Mashrafiyah: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Dan Perbankan Syariah, 3(2). https://doi.org/10.24252/al-mashrafiyah.v3i2.9576
Azzahra, F. A., Abbas, S., & Eriyanti, N. (2025). Analisis Yuridis Metode Penagihan Pinjaman Shopee Paylater di Indonesia : Antara Regulasi dan Realita. Qawãnïn Journal of Economic Syaria Law, 9(7), 114–131. https://doi.org/10.30762/qaw.v9i2.747
Chairunisyah, A. D., Ramadhani, S., & Nasution, J. (2023). Analisis Pencapaian Maqashid Syariah Pada Produk Simpanan Tabungan Haji (Studi Kasus Pada PT. Bank Syariah Indonesia KCP Kota Tebing Tinggi Sumut). EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 2(2), 354–374. https://doi.org/https://doi.org/10.56799/ekoma.v2i2.1486
Fitriani, H. (2024). Dampak S-Pay Later Terhadap Konsumen Muslim : Perspektif Keuangan Islami. Niqosiya: Journal of Economics and Business Research, 4(1), 204–211. https://doi.org/10.21154/niqosiya.v4i01.3758
Hayati, A. N., Fitrianoor, W., Saliro, S. S., & Fadillah, N. (2025). RECONSTRUCTING PAYLATER SCHEMES IN ISLAMIC FINTECH : A NORMATIVE ANALYSIS OF DEFERRED PAYMENT CONTRACTS. SYARIAH : Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 25(1). https://doi.org/https://doi.org/10.18592/sjhp.v25i1.18517
Hu, L. (2025). Does Mobile Payment Raise the Poverty-Alleviation Resilience of Chinese Households? Review of Development Economics, 29(3), 1435–1452. https://doi.org/10.1111/rode.13166
Huda, M. C. (2021). Metode Penelitian Hukum (Pendekatan Yuridis Sosiologis). The Mahfud Ridwan Institute.
Iswi Hariyani, S. H. (2010). Bebas Jeratan Utang Piutang. Media Pressindo.
Jamroji, B. (2025). Pengelolaan Hutang Dalam Kondisi Pailit: Kajian Fiqh Islam Terhadap Hak Dan Kewajiban Pengusaha. Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 1–12.
Kunaifi, A., & Haq, F. Z. (2025). Is Fintech Financing Failing the Faithful? Online Lending, Debt Culture, and Islamic Economic Principles. EKSYAR: Jurnal Ekonomi Syari’ah & Bisnis Islam, 12(1), 21–33.
Mann, T. (2015). The Oxford guide to library research. Oxford University Press.
Mardiah, D., Wafiroh, N., Maya, N., Yurmita, A. A., & Nasution, A. R. (2025). Shopee PayLater in Digital Financial Transactions: Evaluation of Fiqh Based on Maqasid al-Syari’ah. Ahlika: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2(2), 146–172. https://doi.org/https://doi.org/10.70742/ahlika.v2i2.290
Mutakin, A. (2017). Hubungan Maqāṣid Al Syarī’ah dengan Metode Istinbāth Hukum. Jurnal Analisis, 17.
Nadesan, M. (2025). Women’s Financial Inclusion, FinTech and Market-Based Solutions to Poverty Alleviation. Sociology of Development, 11(1), 20–37. https://doi.org/10.1525/sod.2023.0051
Rizal, A., Herianto, H., Arwan, A., & Rafiuddin, M. (2025). Peran Fiqih Muamalah Dalam Menangani Masalah Hutang-Piutang Dalam Masyarakat Muslim. Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2(4), 4858–4868.
Salim, K. (2025). The Potential Applications of Artificial Intelligence in Managing Zakat Funds. Disruptive Technologies and Muslim Societies from AI and Education to Food and Fintech, 371–387. https://doi.org/10.1142/9781800616295_0016
Salimath, M. S. (2025). The Role of FinTech in Financial Inclusion, Poverty Alleviation, and Financial Stability. Palgrave Handbook of Breakthrough Technologies in Contemporary Organisations, 387–397. https://doi.org/10.1007/978-981-96-2516-1_30
Sunarsih, Hamdani, L., Rizal, A., & Yusfiarto, R. (2025). Motivational factors to paying zakat through institutions: a multigroup analysis of urban and suburban muzakki based on digital payment scheme. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 16(6), 1148–1173. https://doi.org/https://doi.org/10.1108/JIABR-12-2022-0333
Thalib, P., Siregar, F. S., Milano, A., & Wibisono, A. (2025). THE FORMULATION OF ISLAMIC BUY NOW PAY LATER ( BNPL ) TO ACHIEVE SHARIAH. SYARIAH : Jurnal Hukum Dan Pemikiran, 25(2). https://doi.org/https://doi.org/10.18592/sjhp.v25i2.16325
Zaini, M. Z. M., & Sauqi, M. S. M. (2023). Riba Qardh (Hutang Piutang) Perspektif Ushul Fiqih. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis (Ekobis-DA), 4(1).



