Kontroversi Praktik Hutang Piutang pada Tradisi Pernikahan dalam Perspektif Fiqih
DOI:
https://doi.org/10.54213/cjb0tg30Keywords:
Resepsi Pernikahan, Transaksi Hutang Piutang, FiqihAbstract
Tingginya biaya penyelenggaraan resepsi pernikahan menjadi kendala serius bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah. Situasi ini mendorong munculnya tuntutan sosial untuk melakukan transaksi utang piutang demi terlaksananya resepsi pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengalaman serta pandangan masyarakat terkait praktik transaksi hutang piutang dalam resepsi pernikahan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kontroversi praktik tersebut dalam perspektif fiqh. Penelitian ini menggunakan metode sosio-legal dengan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap para pelaku transaksi hutang piutang, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak yang memahami tradisi lokal dan aspek hukum yang melingkupinya. Data sekunder diperoleh dari literatur yang relevan, seperti buku, kitab fiqh, dan artikel jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga bentuk tradisi transaksi hutang piutang dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan di Kabupaten Cirebon, yaitu tradisi amplop kondangan, tradisi arisan, dan tradisi sumbangan giliran. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak seluruh praktik tersebut sejalan dengan konsep fiqih, kecuali tradisi arisan yang relatif lebih sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Meskipun demikian, dalam kaidah fiqih lainnya dijelaskan bahwa suatu tradisi (‘urf) dapat diterima selama telah menjadi kebiasaan masyarakat dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits, sehingga praktik tersebut tidak serta-merta dipandang bermasalah secara hukum
Downloads
References
Al-Anshori, Z. bin M. (2021). Fath Al-Wahhab. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Al-Bantani, M. N. (2015). Kasyifatussaja. Al-Haramain.
Al-Bujairomi, S. bin M. (2011). Hasyiyah Al-Bujairomi ‘Ala Al-Khotib. Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Al-Jazari, A. (2021). Al-Fiqhu Ala Madzahib Al-Arba’ah (6th ed.). Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Amir, F. (2023). Personal Interview.
Asnawi, Budianto, A., Bachtiar, M., & Hidayatullah, E. (2022). Peran Penyuluh Agama Islam dalam Memberikan Bimbingan Pranikah di KUA Balen. Al-Ihath: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 2(2), 137–144. https://doi.org/https://doi.org/10.53915/jbki.v2i2.233
Asy-Syarqawi, A. ibn H. (2021). Hasyiyah Asy-Syarqawi (2nd ed.). Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah.
Az-Zuhaili, W. (2013). Mausu’ah Al-Fiqh Al-Islami Wa Al-Qadhaya Al-Mu’ashirah. Darul Fikr.
Basri, M., & Achmadi, A. (2022). Pembelajaran Nilai Gotong Royong dalam Arisan Pernikahan Melayu Sambas. Jurnal Visi Ilmu Pendidikan, Vol 14, No. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26418/jvip.v14i2.56701
Chowas, K. H. A. R. (2023). Personal Interview.
Faza, M. D. (2022). Tinjauan Fiqih Empat Mazhab Terhadap Acara Walimah. Al Fuadiy: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(2), 17–25. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/af.v4i2.44
Hamid. (2023). Personal Interview.
Hasanah, W. K., Pratomo, H., Ashor, F. L., Mulyana, E., Jumhati, S., & Lova, S. M. (2022). Analisis Pelaksanaan Edukasi Pranikah terkait Kesehatan Reproduksi pada Pasangan Calon Pengantin Muslim (Literature Review). HEARTY: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 53–66. https://doi.org/https://doi.org/10.32832/hearty.v10i2.6284
Hidayat, H. (2023). Personal Interview.
Ibrohim, A. (2017). Analisis hukum Islam terhadap pembatalan putusan PA Bangkalan no. 0774/pdt. g/2013/pa. bkl oleh putusan PTA Surabaya no. 0014/pdt. g/2014/pta. sby tentang perselisihan dan pertengkaran terus menerus sebagai alasan perceraian. Al-Hukama’, 7(1), 122–145. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/al-hukama.2017.7.1.122-145
Khairuddin, & Hidayah, N. (2022). NOT ONLY FOR BEAUTY BUT ALSO FOR A BETTER FUTURE: The Ritual of Potong Konde at the Wedding Reception among Muslims of Gunung Meriah Aceh. Al-Ahwal, 15(2), 295–309. https://doi.org/10.14421/ahwal.2022.15208
Lathifah, A., Ernawati, B., & Masduki, A. (2022). Problems with the Islamic legal system regarding child marriages in Indonesia during the covid-19 pandemic period. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 22(2), 155–176. https://doi.org/https://doi.org/10.18326/IJTIHAD.V22I2.155-176
Listiyani, U., & Amirudin, A. (2020). Atur Pasrah and Panampi in Javanese Wedding Ceremony as a Way to Preserve Harmonious Social Environment. E3S Web of Conferences, 202, 07013. https://doi.org/https://doi.org/10.1051/e3sconf/202020207013
Liwa, M. A., Kursiswanti, E. T., & Faisan, Y. A. (2022). Efektifitas Penegakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Terhadap Pernikahan Siri. Collegium Studiosum Journal, 5(1), 31–38. https://doi.org/https://doi.org/10.56301/awl.v5i1
Lubis, K. S., Syahsudarmi, S., & Srimulatsih, M. (2018). The Activeness of Women Follow the Arisan Group: A Case Study of Community Groups Vs Professional. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 175(1), 012089. https://doi.org/10.1088/1755-1315/175/1/012089
Mardotillah, H., Fatimah, E., Adilah, E. R., & Nurfani, F. (2021). Implementasi Akad Hiwalah dalam Lembaga Keuangan Syari’ah. Journal of Indonesian Comparative of Syari’ah Law, 4(2), 148–161. https://doi.org/https://doi.org/10.21111/jicl.v4i2.7152
Marpi, Y. (2021). Keabsahan Hukum Pernikahan Tanpa Adanya Walimatul Ursy di Masa Kahar Pandemi Covid-19. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, 3(2), 194–205. https://doi.org/https://doi.org/10.47467/as.v3i2.130
Muharrom, M., Eka, E., Firman, F., & Sonjaya, R. Q. (2022). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akad Pemberian Uang Kondangan Kepada Pengantin Baru. El’Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga, 1(1), 61. https://doi.org/https://doi.org/10.59270/aailah.v1i1.62
Nasution, T., Sibarani, R., Lubis, S., & Setia, E. (2021). The tradition of markobar in mangalap boru “Picking a Bride” as advice for the women mental health in mandailing wedding ceremony. Gaceta Sanitaria, 35, S561–S563. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.gaceta.2021.10.099
Nuroniyah, W., & Maula, B. S. (2022). Muslim women adhering to Minangkabau’s bajapuik tradition in Cirebon, West Java: compromizing a gendered culture in Islamic law. Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam Dan Kemanusiaan, 22(2). https://doi.org/10.18326/ijtihad.v22i2.135-154
Rachmawati, S. A., & Anwar, M. K. (2021). Budaya dan Tradisi Buwuh sebagai Hutang Piutang dalam Adat Pernikahan di Kelurahan Rangkah, Kota Surabaya. Jurnal Ekonomika Dan Bisnis Islam, 4(3), 69–83. https://doi.org/https://doi.org/10.26740/jekobi.v4n3.p69-83
Rahayu, S. A., Susanti, D. O., Rato, D., & Najib, A. (2023). Waris Hutang Piutang dalam Tradisi Hantaran Perkawinan Perspektif Hukum Islam. LISAN AL-HAL: Jurnal Pengembangan Pemikiran Dan Kebudayaan, 17(1), 62–82. https://doi.org/https://doi.org/10.35316/lisanalhal.v17i1.62-82
Rasta. (2023). Interview about Sumbangan Giliran.
Syibli, Y. M. (2023). Personal Interview.
Xaverius, F., & Ginting, Y. P. (2022). Sosialisasi Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan pada Masa Pandemi. JCES (Journal of Character Education Society), 5(3), 563–570. https://doi.org/https://doi.org/10.31764/jces.v5i3.8371
Yasin, A. A., Salikin, A. D., Jaelani, A., & Setyawan, E. (2023). Transformation and Sustainability of Livelihoods in Muslim Families. Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam, 8(2). https://doi.org/10.29240/jhi.v8i2.6722



