(Eco-Islam Nusantara: Mengkonstruksi Model Pedagogi Eko-Teologis dalam Pendidikan Islam untuk Ketahanan Iklim)
DOI:
https://doi.org/10.54213/tsaqafatuna.v8i2.919Keywords:
Eco-Islam, Eco-Ibadah, Islamic education, Climate adaptation, Eco-theologyAbstract
Perubahan iklim global menuntut transformasi paradigma pendidikan Islam untuk membangun kesadaran ekologis berbasis teologi. Urgensi ini mendorong konstruksi model pedagogi eko-teologis yang mengintegrasikan prinsip khilafah dan amanah dalam konteks Nusantara. Kajian sebelumnya cenderung memisahkan wacana teologi lingkungan dari praktik pedagogis, sehingga belum menghasilkan kerangka operasional yang koheren. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi model tersebut dengan rumusan masalah: bagaimana prinsip eco-Islam diterjemahkan ke dalam desain pembelajaran kontekstual dan transformatif? Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa pesantren dan madrasah di Jawa yang menerapkan kurikulum berbasis lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan teknik tematik interaktif yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan secara sirkuler. Temuan baru penelitian ini adalah lahirnya model “Eco-Ibadah” yang mensinergikan konsep tauhid, fiqh lingkungan, dan pedagogi reflektif berbeda dari pendekatan sekuler maupun doktrinal semata. Model ini menawarkan langkah integratif: penanaman nilai, analisis isu lokal, aksi nyata, dan refleksi spiritual sekuler. Rekomendasi ditujukan bagi pengembangan kebijakan kurikulum PAI yang responsif iklim serta penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas model, dengan pengakuan atas keterbatasan studi pada aspek implementasi jangka panjang dan generalisasi lintas wilayah.
Downloads
References
Adzillah, S. N. I., Ratnasari, D., Jannata, T., Adzibah, S. I., & Dwinandita, A. S. (2025). Eco-pesantren and Islamic environmental education: A phenomenological study in boarding culture. Indonesian Journal of Action Research, 4(2), 79–91. https://doi.org/10.14421/ijar.2025.42-07
Anabarja, S., & Mubah, A. S. (2021). The Islamic environmentalism in eco-pesantren initiatives: Integrating the sustainable development values in Islamic boarding school. Journal of International Studies on Energy Affairs, 2(1), 75–90. https://doi.org/10.51413/jisea.Vol2.Iss1.2021.75-90
Ardiansyah, H., & Rozi, S. (2026). The internalization of Islamic eco-theological values in eco-pesantren practices at the Agro Nurul Islam Islamic Boarding School in Batam. Al-Adyan, 19(2). https://doi.org/10.24042/aladyan.v19i2.31731
Herdiansyah, H., Jokopitoyo, T., & Munir, A. (2016). Environmental awareness to realizing green Islamic boarding school (eco-pesantren) in Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 30, 012017. https://doi.org/10.1088/1755-1315/30/1/012017
Ikhwali, M. F., Rau, M. I., Benazir, Pawattana, C., & Yahya, H. (2023). Evaluation of flood and drought events using AR5 climate change scenarios in Indonesia. Journal of the Civil Engineering Forum, 9(1), 37–46. https://doi.org/10.22146/jcef.4721
Khalid, F. (2010). Islam and the environment: Ethics and practice, an assessment. Religion Compass, 4(11), 707–716. https://doi.org/10.1111/j.1749-8171.2010.00249.x
Khoirunnisa, S., Abu Nazar, I., & Abdul Matin, H. H. (2025). Strengthening green Islamic values to realize eco-pesantren: A study on the Tahfidzul Qur’an Islamic Boarding School of Integrated Islamic Boarding School. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama, 17(2), 1227–1242. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v17i2.8219
Kralj, E. (2024). Editorial: Climate resilience – What, how, and why? Journal for Geography, 19(1), 1–6. https://doi.org/10.18690/rg.19.1.4804
Lutfauziah, A., Al-Muhdhar, M. H. I., Suhadi, & Rohman, F. (2023). Curriculum development for environmental education at an Islamic boarding school. Journal of Turkish Science Education, 20(3), 490–503. https://doi.org/10.36681/tused.2023.028
Mbah, M., Ajaps, S., & Molthan-Hill, P. (2021). A systematic review of the deployment of indigenous knowledge systems towards climate change adaptation in developing world contexts: Implications for climate change education. Sustainability, 13(9), 4811. https://doi.org/10.3390/su13094811
Nasr, S. H. (1996). Religion and the order of nature. Oxford University Press.
Nasution, A. Y. (2025). Analisis normatif filosofis terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang hukum pengendalian perubahan iklim global. Mutawasith: Jurnal Hukum Islam, 8(2), 181–196. https://doi.org/10.47971/mjhi.v8i2.1502
Nepraš, K., Strejčková, T., & Kroufek, R. (2022). Climate change education in primary and lower secondary education: Systematic review results. Sustainability, 14(22), 14913. https://doi.org/10.3390/su142214913
Palmer, J. A. (1998). Environmental education in the 21st century: Theory, practice, progress and promise. Routledge.
Simpson, N. P., Mach, K. J., Constable, A., Hess, J., Hogarth, R., Howden, M., Lawrence, J., et al. (2021). A framework for complex climate change risk assessment. One Earth, 4(4), 489–501. https://doi.org/10.1016/j.oneear.2021.03.005
Wijaya Mulya, T., & Salvi, F. (2024). ‘Grass, rice, and aubergine’: A case study of an Islamic eco-pesantren in Indonesia. Pedagogy, Culture and Society, 1–19. https://doi.org/10.1080/14681366.2024.2385049
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Rohmah, Noor Achmad, Joko Widodo, Muhtarom

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










