Internalisasi Ekoteologi melalui Manajemen Pendidikan untuk Membangun Kultur Green Pesantren Berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Kahfi Cirebon

Authors

  • Ahmad Arif Billah UIN Siber Syekh Nurjati, Cirebon
  • Lulu Alwiyah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v6i1.847

Keywords:

Manajemen Pendidikan; Ekoteologi; Green Pesantren; Al-Kahfi Cirebon; Habituasi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi manajemen pendidikan dalam menginternalisasi nilai-nilai ekoteologi untuk membangun kultur Green Pesantren berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Kahfi Cirebon. Masalah utama penelitian terletak pada belum terhubungnya pengetahuan keagamaan tentang kebersihan dan pelestarian alam dengan sistem manajerial yang membentuk kebiasaan ekologis santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui telaah dokumen, observasi lingkungan pesantren, dan kajian literatur tentang manajemen pendidikan Islam, ekoteologi, habituasi, serta eco-pesantren. Data dikumpulkan melalui observasi lingkungan pesantren yang dilaksanakan selama periode Januari–Maret 2026, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap lima informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas pengasuh pesantren, pengelola pesantren, ustadz, pengurus santri, dan santri yang terlibat dalam program lingkungan. Fokus observasi mencakup kondisi kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, pemanfaatan air, perawatan ruang hijau, serta pelaksanaan program lingkungan pesantren. Data dianalisis menggunakan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) dan diperkuat melalui pemetaan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi ekoteologi dapat dilakukan melalui perencanaan visi ekologis, pengorganisasian satgas lingkungan santri, pelaksanaan program habituasi seperti LISA, Jumat Bersih, diet plastik, Green House, dan Balai Latihan Kerja, serta pengawasan melalui audit lingkungan dan sistem reward-punishment edukatif. Temuan ini menegaskan bahwa kultur Green Pesantren tidak cukup dibangun melalui nasihat normatif, tetapi memerlukan tata kelola pendidikan yang terukur, konsisten, dan partisipatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ainiyah, N., & Awakachi, A. (2025). Green transformation in Islamic education institutions: Eco-pesantren innovation in shaping santri's environmental care character. IJIBS: International Journal of Islamic Boarding School, 3(1), 1–11. https://doi.org/10.35719/h5kyxd49

Arifin, Z. (2020). Manajemen pesantren berbasis lingkungan hidup. Jurnal Kependidikan Islam, 10(2).

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Kencana.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Daud, A. M. (2013). Pendidikan agama Islam dan lingkungan hidup. RajaGrafindo Persada.

Fattah, N. (2013). Landasan manajemen pendidikan. Remaja Rosdakarya.

Hermawansyah. (2025). Eco-pesantren-based Islamic education management. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 16(1). https://doi.org/10.47625/fitrah.v16i1.982

Hidayat, A., & Machali, I. (2012). Pengelolaan pendidikan: Konsep, prinsip, dan aplikasi. Kaukaba.

Junianto, A., Syamsuddin, R. S., & Setiawan, A. I. (2025). Pemberdayaan lingkungan melalui eco-pesantren. Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 10(1). https://doi.org/10.15575/tamkin.v10i1.28314

Kasanah, N., As Sajjad, M. H., & Rohmatullah, D. M. (2023). Responsive Islamic boarding school management to environmental sustainability through Green Pesantren program. Muslim Heritage, 8(2). https://doi.org/10.21154/muslimheritage.v8i2.5017

Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. (2018). Panduan teknis eco-pesantren. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Mangunjaya, F. M. (2019). Konservasi alam dalam Islam. Yayasan Obor Indonesia.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Muhaimin. (2015). Manajemen pendidikan: Aplikasinya dalam penyusunan rencana pengembangan sekolah/madrasah. Kencana.

Mullins, L. J. (2016). Management and organisational behaviour (11th ed.). Pearson.

Pudjiastuti, S. R., Iriansyah, H. S., & Yuliwati. (2021). Program eco-pesantren sebagai model pendidikan lingkungan hidup. Jurnal Abdimas Prakasa Dakara, 1(1). https://doi.org/10.37640/japd.v1i1.942

Qardhawi, Y. (2002). Islam agama ramah lingkungan. Pustaka Al-Kautsar.

Qomar, M. (2007). Manajemen pendidikan Islam: Strategi baru pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Erlangga.

Rahayu, S. (2021). Strategi pembentukan karakter peduli lingkungan. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam.

Shihab, M. Q. (2015). Membumikan Al-Qur'an: Fungsi dan peran wahyu. Mizan.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Suharto, B. (2018). Eco-pesantren: Model pendidikan lingkungan hidup berbasis Islam. UIN Maliki Press.

Terry, G. R. (2012). Prinsip-prinsip manajemen. Bumi Aksara.

Usman, H. (2014). Manajemen: Teori, praktik, dan riset pendidikan. Bumi Aksara.

Widiastuty, H., & Anwar, K. (2025). Ekoteologi Islam: Prinsip konservasi lingkungan dalam Al-Qur'an dan Hadits serta implikasi kebijakannya. Risalah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 11(1), 465–480. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v11i1.2149

Yafie, A. (2006). Merintis fiqh lingkungan hidup. Ufuk Press.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Internalisasi Ekoteologi melalui Manajemen Pendidikan untuk Membangun Kultur Green Pesantren Berkelanjutan di Pondok Pesantren Al-Kahfi Cirebon. (2026). TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 108-119. https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v6i1.847