MANAJEMEN PROGRAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK DI MA’HAD AL-QOLAM MAN 2 KOTA MALANG
DOI:
https://doi.org/10.54213/1r6bfv88Keywords:
Manajemen, Karakter Religius, Ma’hadAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam program manajemen penguatan karakter religius pada peserta didik di Ma'had Al-Qolam MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu bentuk pendidikan berasrama yang mengintegrasikan pembiasaan ibadah, pendampingan kepribadian, dan penguatan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek penelitian yang terdiri dari kepala ma'had, kordinator bidang, pengasuh ma'had, dan santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program penguatan karakter keagamaan dilakukan melalui empat komponen utama: (1) Perencanaan, yang meliputi penyusunan tujuan karakter keagamaan, penyusunan kurikulum pelatihan, dan penentuan indikator keberhasilan; (2) Pengorganisasian, yang dilakukan melalui pembentukan struktur kepengasuhan berlapis untuk memastikan pendampingan yang efektif dan personal; (3) Implementasi, yang diwujudkan dalam bentuk pembiasaan ibadah harian, kajian keilmuan, halaqah, bimbingan akhlak, serta penanaman budaya disiplin melalui teladan pembina; dan (4) Evaluasi, yang dilakukan secara berkala melalui pemantauan perilaku, catatan perkembangan santri, serta musyawarah pembinaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan dan keteladanan merupakan strategi inti pembentukan karakter religius di ma'had, dan keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh konsistensi lingkungan, kedekatan relasional antara pengasuh dan santri, serta adanya sistem evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa model ma'had memiliki relevansi strategi dalam memperkuat pendidikan karakter religius di lembaga pendidikan formal.






