INTEGRASI ILMU DAN AMAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER: ANALISIS KONSEPTUAL PEMIKIRAN AL-GHAZALI DALAM AYYUHAL WALAD

Authors

  • Achmad Sauqi UIN Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.54213/prkxxt54

Keywords:

Pendidikan Agama Islam, Al-Ghazali; Ayyuhal Walad, Ilmu dan Amal, Pendidikan Karakter

Abstract

Krisis etika, degradasi karakter, dan kecenderungan kognitif sentris dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan ilmu keagamaan dan pengamalan nilai moral peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan kontribusi pemikiran Al-Ghazali dalam Ayyuhal Walad terhadap pengembangan paradigma PAI kontemporer, khususnya terkait integrasi ilmu dan amal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis tematik terhadap teks Ayyuhal Walad dan literatur pendukung yang relevan dengan pendidikan Islam modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep ilmu bermanfaat, tazkiyatun nafs, keikhlasan, serta hubungan humanistik antara guru dan murid yang dikemukakan Al-Ghazali menawarkan fondasi epistemologis dan pedagogis bagi pembaruan PAI. Pemikiran tersebut relevan untuk menjawab permasalahan pendidikan agama di era digital, seperti krisis otoritas keilmuan, etika belajar, dan menyembunyikan spiritual generasi muda. Artikel ini menyimpulkan bahwa Ayyuhal Walad tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan sebagai sumber konseptual bagi pengembangan PAI yang transformatif, humanistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter spiritual moral.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, M. (2020). Integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan humaniora: Upaya membentuk insan berkarakter sosial. Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial, 8(2), 145–158.

Arman, D. (2023). Pengembangan strategi pembelajaran dalam konteks pendidikan agama Islam. Sinova: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 1(2), 107–119.

As’ad, A. (2019). Pendidikan sosial-humaniora dalam perspektif Islam: Nilai empati dan solidaritas kemanusiaan. Jurnal Al-Fikr, 23(2), 89–100.

Asrin, A. (2019). Pendidikan Agama Islam berwawasan multikultural di sekolah: Strategi dan pengembangannya. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 4(2), 68–78.

Masrifah, N., Sayekti, L., Andryannisa, A., & Mufida, F. (2023). Pendekatan sosio-emosional dalam pembelajaran sejarah kebudayaan Islam di MTs Al-Hidayah Cinangka Depok. Tadrib: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 216–223.

Mustaqim, A. (2013). Islam dan universalitas kemanusiaan: Kajian filosofis atas konsep rahmatan lil ‘alamin. Jurnal Ushuluddin, 21(2), 71–83.

Shihab, M. Q. (2019). Wasathiyyah: Wawasan Islam tentang moderasi beragama. Lentera Hati.

Wibowo, A., & Bakri, S. (2022). Moderasi beragama dan pendidikan Islam: Tantangan dan peluang di era digital. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 113–126.

Al-Ghazali, A. H. M. (n.d.). Ayyuhal Walad. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

(atau sesuaikan dengan edisi terjemahan yang Anda pakai)

Zubaedi. (2004). Pendidikan berbasis masyarakat: Upaya menawarkan solusi terhadap krisis pendidikan nasional. Pustaka Pelajar.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

INTEGRASI ILMU DAN AMAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER: ANALISIS KONSEPTUAL PEMIKIRAN AL-GHAZALI DALAM AYYUHAL WALAD. (2025). TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(2), 133-139. https://doi.org/10.54213/prkxxt54