Paradigma Kesetaraan Gender Dalam Kedudukan Wali Nikah: Studi Komparatif Pemikiran Fikih Klasik dan Urgensi Pembaruan Hukum di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54213/41b76b22Keywords:
Pernikahan, Wali, GenderAbstract
Dalam syariat islam, pernikahan merupakan bagian penting dalam membangun keluarga dan peradaban masyarakat. Dalam sebuah pernikahan, seorang perempuan harus diwakilkan oleh walinya agar pernikahannya menjadi sah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis normatif (library research) yang mengkaji kedudukan wali nikah dalam hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis-normatif dan konseptual, dengan menelaah peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta konsep wali nikah dalam fikih klasik yang dianalisis melalui perspektif fikih dan kesetaraan gender. Wali dalam perkawinan merujuk kepada seseorang yang bertindak atas nama mempelai perempuan dalam akad nikah. Relevansi peran wali nikah harus dijalankan dengan menghormati hak-hak individu, terutama hak calon pengantin wanita dalam memilih pasangan hidupnya. Relevansi peran wali nikah terletak pada kemampuannya untuk tetap memastikan kesepakatan dan izin dari calon pengantin wanita tanpa memaksa atau membatasi pilihan mereka. Kedudukan wali sangat penting karena menentukan keabsahan sah atau tidaknya suatu perkawinan.
Downloads
References
A Aditya, M., & Fathullah, F. (2023). Konsep wali nikah dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 menurut pandangan ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah. Al-Muqaranah: Jurnal Perbandingan Mazhab dan Hukum, 1(1), 1-15.
Abd al‘Atī, H. (1995). The family structure in Islam. Baltimore, MD: American Foundation Publications.
Agus Hermanto, d. (2021). Mewujudkan Kesetaraan Gender dalam Permasalahan Wali Nikah. 1st International Conference, (hal. 6).
Aminudin, S. A. (1993). Fiqh Munakahat. Bandung: Pustaka Setia.
Arianto, R. d. (Vol. 3 No. 1, (2020)). Kedudukan Wali dan Saksi dalam Perkawinan Perspektif Ulama Empat Mazhab (Maliki, Hanafi, Shafi’i dan Hanbali). Jurnal Hukum Islam Nusantara, 83.
Bashir, A. A. (1980). Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.
Chaerunnisa, N., & Mukhtar, M. (2017). Studi Komparatif Kedudukan Wali Dalam Pernikahan Menurut Imam Syafi-i dan Imam Hanafi. MIZAN JOURNAL OF ISLAMIC LAW, 5(2), 209-228.
Dahwadin, D., & Muhibban, M. (2022). Tafsir Ayat-Ayat Al-Quran Tentang Wali Dalam Perkawinan Menurut Ulama. Change Think Journal, 1(02), 203-218.
Dzuhayatin, S. R. (2002). Pergulatan Pemikiran Feminis dalam Wacana Islam di Indoneia. Yogyakarta: PWS UIN Sunan Kalijaga.
Fiatna, A. (Vol. 6 No. 2, (2024)). Esensi Wali Nikah Perspektif Al Qur’an Surat An-Nisa dan Relevansinya Pada Kehidupan Masyarakat Modern. Syntaz Idea, 542.
Haq, A. (Vol. 1 No. 4, (2024)). Kedudukan dan Peran Wali Nikah dalam Perspektif Hukum Islam. Al Istinbath: Jurnal Ilmu Hukum dan Hukum Keluarga Islam, 156-157.
Hasan, M. (2011). Pengantar Hukum Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Hasanah, F. (Vol. 1 No. 1 (2024)). Hak Ijbar Wali Nikah Terhadap Perempuan Dalam Perspektif Empat Mazhab. Harisa: Jurnal Hukum, Syariah, dan Sosial, 20.
Hasibuan, A. (2017). Perwalian dalam nikah menurut pandangan hukum Islam. Al-Ashlah: Journal of Islamic Studies, 1(2), 1-25.
Inayatillah, R. (2024). Status keabsahan wali nikah menurut hukum Islam. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 8(1), 82-98.
Kodir, F. A., Ismah, N., Kotele, S., Hasyim, W., & Din, F. (2024). Maqāṣid Cum-Mubādalah Methodology of KUPI: Centering Women’s Experiences in Islamic Law for Gender-Just Fiqh.
Maliki, I. A., Zaelani, A. Q., Ardi, M. Z., & Ghummiah, S. M. (2023). A Gender-Based Maqashid Sharia Study of Penghulu in Indonesia (A Study of Jasser Auda's Views). Nurani: jurnal kajian syari'ah dan masyarakat, 23(1), 51-68.
Mashhour, A. (Vol. 27 No. 2, (2005)). Islamic Law and Gender Equality: Could There Be a Common Ground? A Study of Divorce and Polygamy in Sharia Law and Contemporary Legislation in Tunisia and Egypt. Human Rights Quarterly, 562-596.
Mas'udi, M. F. (1997). Islam dan Hak Hak Reproduksi Perempuan: Dialog Fiqih Pemberdayaan. Bandung: Mizan.
Meraj, M. A. (2018). The importance of marriage in Islam. International Journal of Research-GRANTHAALAYAH, 6(11), 1-6.
Muhammad, S. M. (2025). Kaidah Awamir wa Nawahi dan Implementasinya dalam Hukum Keluarga di Indonesia. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 2(2), 150-168.
Muzakka, I. G., & Fida, I. A. (2023). Kedudukan wali dalam pernikahan studi komparasi empat madzhab. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 4(1), 90-104.
Nurcholis, I. M. (Vol. 14 No. 1, (2019)). Analisis Gender Tentang Konsep Wali Nikah Menurut Kompilasi Hukum Islam. Istinbath: Jurnal Pemikiran Hukum Islam, 3
Qoharuddin, M. A. (2018). Kedudukan Wali Adhal Dalam Perkawinan. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 4(2), 99-122.
Putra, I. A. P., & Nelli, J. (2022). Hadits Wali Nikah dan Implikasi Terhadap Wali Mujbir. Jurnal Pendidikan Tambusai, 6(2), 12819-12825.
Ramli, M. A., Kasa, A. R., Sharifuddin, N. M., Yusof, M. Y., & Hassan, P. (2024). The Quest for Third Gender Equality: Challenges and Implications for Islamic Law and Muslim Women's Sustainability in Malaysia. AHKAM: Jurnal Ilmu Syariah, 24(2), 295-310.
Rizka, V. (2021). Wali Nikah Dalam Perspektif Hadits (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Rohmat, R. (2011). Kedudukan Wali Dalam Pernikahan: Studi Pemikiran Syâfi’îyah, Hanafiyah, Dan Praktiknya Di Indonesia. Al-'Adalah, 8(2), 165-178.
Syahrul Gunawan, d. (Vol. 03 No. 03, (2022)). Eksistensi Wali Nikah Menurut Mazhab Hanafi dan Al Syafi’i: Relevansinya Terhadap UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Shautuna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbandingan Mazhab, 485.
Syarifuddin, A. (2011). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Antara Fiqh Munakahat dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Kencana.
Syidiq, A. R. (2020). Analisis Gender Terhadap Wali Nikah dalamm Kompilasi Hukum Islam. Tesis, 49.
Yasin, A. A. (2024). Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Tradisi Pernikahan di Buntet Pesantren. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 1(1), 40-51.





