Kontekstualisasi Prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil dalam Verifikasi Kredibilitas Fatwa Digital
DOI:
https://doi.org/10.54213/14pfch12Keywords:
Al-Jarh wa Al-Ta'dil; Fatwa Digital; Verifikasi Kredibilitas; Media Sosial; Otoritas KeagamaanAbstract
Pesatnya perkembangan media sosial telah mengakibatkan diseminasi fatwa digital yang masif, namun sering kali tidak bersumber dari otoritas yang kredibel. Fenomena ini mendesak perlunya mekanisme verifikasi yang ketat terhadap sumber informasi keagamaan. Artikel ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan prinsip Al-Jarh wa Al-Ta'dil—yang secara tradisional digunakan dalam ilmu hadis—sebagai instrumen modern untuk memverifikasi kredibilitas pemberi fatwa di ruang digital. Menggunakan metode studi literatur dan analisis kualitatif, penelitian ini menelaah relevansi indikator "jarh" (kritik/celaan) dan "ta'dil" (pujian/validasi) dalam menilai otoritas akun atau figur publik di media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa kontekstualisasi prinsip ini sangat relevan sebagai standar uji validitas fatwa yang diterima masyarakat, meskipun penerapannya menghadapi tantangan teknis seperti anonimitas pengguna dan bias algoritma. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara prinsip klasik ini dengan edukasi literasi digital serta kolaborasi kelembagaan untuk memastikan penyaringan fatwa yang efektif dan akurat
Downloads
References
Abbas, F. M. (2024). Analisis Kritis Tashih Dan Tadh’if Hadits Al-Albani Di Riyadussholihin. Al-Wajih: The Journal Of Islamic Studies, 1(1), 52–58.
Afandi, R. R., & Arifin, A. (2024). Metodologi Al-Jarh Wa Ta’dil: Sejarah Dan Signifikansinya Di Era Kontemporer. Al-Mu’tabar, 4(2), 59–74.
Ahmad, L. T. (2015). Ignaz Goldziher: Kritikus Hadis Dan Kritikus Sastra. Jurnal Holistic Al-Hadis, 1(1), 57–70.
Al-Râzî, A., & Al-Dzahabî, D. A. N. (N.D.). Peringkat Kritikus Hadis; Studi Kasus.
Al-Rizzo, H. (2018). The Use Of Smart Computing In Ihe Study Of The Fundamentals Of Hadith And Exploring The Hadith Logic Of The Imams Of Al Jarh Wa At-Ta’dil. 2018 Jcco Joint International Conference On Ict In Education And Training, International Conference On Computing In Arabic, And International Conference On Geocomputing (Jcco: Ticet-Icca-Geco), 1–8.
Ali, M. (2025). Ulumul Hadist (Sejarah Pertumbuhan Dan Perkembangan Hadist). Mahad Aly Journal Of Islamic Studies, 4(2), 169–183.
Ali, M. A. M., Ibrahim, M. N., Usman, A. H., Nazri, M. A., & Kadir, M. N. A. (2015). Al-Jarh Wa Al-Ta’dil (Criticism And Praise): It’s Significant In The Science Of Hadith. Mediterranean Journal Of Social Sciences, 6(2), S1.
Aming, H., Alwi, Z., & Aisyah, S. (2024). Implementasi Kritik Sanad Dan Matan Hadis Ali Mustafa Yaqub Dalam Validasi Hadis. Jawami’ul Kalim: Jurnal Kajian Hadis, 2(2), 111–122.
Baher, M. K., Yanti, Y., Gani, A., Akmansyah, M., & Abas, E. (2025). Revitalisasi Hadis Tarbawi Sebagai Landasan Penguatan Pendidikan Islam Di Era Digital. Inovasi Pembangunan: Jurnal Kelitbangan, 13(1).
Fauzi, I. (2024). Contribution Of Philosophical Truth Theory In Strengthening Hadith Science. Journal Of Islamic Thought And Philosophy, 3(1), 153–169.
Fikri, M. (2024). Cancel Culture: Islamic Law And Public Policy Challenges In The Digital Age. Revista De Gestao Social E Ambiental, 18(8), 1–23.
Firdaus, K., & Al Ayubi, S. (2025). Internalisasi Hadis Antikekerasan Dalam Dunia Virtual Untuk Menanggulangi Cyberbullying: Studi Grounded Theory. Al Isnad: Journal Of Indonesian Hadith Studies, 6(2), 93–107.
Hafidz, A. (2020). Kritik Ulama Hadits: Ilmu Jarh Wa Ta’dil Sebagai Upaya Dalam Menjaga Orisinalitas Hadits. International Conference On Islamic Studies, 1(1), 152–162.
Hutagaluh, O., Syukur, S., & Susmihara, S. (2023). Refleksi Terhadap Penjajahan Bangsa Barat Dan Perjuangan Kemerdekaan Negara-Negara Islam. Borneo: Journal Of Islamic Studies, 3(2), 86–97.
Ilham, I. S., Labib, M. A. D. I., & Anisa, F. N. (2024). Ilmu Al-Jarh Wa At-Ta’dil Dalam Hadis: Studi Komparatif Metodologi Ibnu Hajar Al-Asqalani Dan Ibnu Hatim Ar-Razi. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 16(2), 183–204.
Imron, A. (2017). Dasar-Dasar Ilmu Jarh Wa Ta’didil. Mukaddimah: Jurnal Studi Islam, 2(2), 287–302.
Irfanudin, F. (2020). Al Jarh Wa At-Ta’dil In Researching Sanad Hadits.
Ismail, M., Jannah, M., Rahmatia, F., & Sari, H. P. (2025). Peran Pendidikan Al-Qur’an Dan Hadis Terhadap Pembentukan Kebudayaan Islam. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1), 101–115.
Isnaeni, A. (2011). Sikap Kritikus Hadis Terhadap Periwayat Ahli Bid’ah. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 15(1), 61–87.
Jw, C. (2009). Research Design-Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods Approaches. Sage, Ca; Ofprnia.
Kamaruddin, P. H. (2009). Metode Kritik Hadis. Hikmah.
Khabiir, I. N. A., & Ridlo, M. A. (2025). Transformasi Hadis Ke Media Digital. Jurnal Syaikh Mudo Madlawan: Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 2(1), 154–161.
Kharir, A. G., Maula, A., Chanina, I., & Kibtiana, A. N. (2025). Urgensi Ilmu Al-Jarh Wa Al-Ta’dil Dalam Menyaring Hadis-Hadis Lemah Dan Palsu. Jurnal Study Islam, 1(01), 53–61.
Mohtarom, A. M. (2023). The Analisis Kritis: Kritikan Dan Pujian Atas Abu Hurairah. Jurnal Mu’allim, 5(1), 194–209.
Muvid, M. B., & Arsyillah, B. T. (2022). Ilmu Jarh Wa Al-Tadil Dalam Tinjauan Studi Hadits. Ilmu Al Quran Dan Hadis, 16.
Nawawi, M., Sofwan, M., & Sa’diyah, F. (2024). Hadis Dalam Perspektif Nahdlatul Ulama Analisis Ke Kritik. Jurnal Media Akademik (Jma), 2(12).
Nurfadillah, H., Ma’arif, B. S., & Nasir, M. A. (2023). Strategi Pencegahan Reproduksi Berita Hoax Di Media Sosial Dengan Pendekatan Studi Ilmu Jarh Wa Ta’dil. Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication, 3(2), 177–183.
Nurjanah, T. (2024). Literasi Digital Dan Ketahanan Moderasi Beragama: Telaah Integratif Dalam Perspektif Maqashid Al-Syari’ah. Jshi: Jurnal Syariah Hukum Islam, 3(1), 1–17.
Qomarullah, M. (2018). Metode Kritik Matan Hadis Muhammad Á1aä Hir Al-Jawä Bä «Dalam Kitab: Juhå «D Al-Muḥ Addiá1¡ Ä «N Fä «Naqd Matan Al-Á¸¤ Adä «Á1¡ An-Nabawä «Asy-Syarä «F. Al Quds: Jurnal Studi Alquran Dan Hadis, 2(1), 51–64.
Qomarullah, M. (2019). Kontekstualisasi Ilmu Al-Jarh Wa At-Ta’dil Dalam Upaya Memilih Wakil Rakyat Dan Korelasinya Dengan Teori Kredibilitas. Diroyah: Jurnal Study Ilmu Hadis, 3(2).
Ratnawati, S. R., & Yasmanto, A. (2019). Studi Kritik Matan Hadis. Al-Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis, 2(2), 209–231.
Ritonga, M. T. (2022). Metodologi Ulama Hadis Dalam Jarh Dan Ta’dil. Al-Kaffah: Jurnal Kajian Nilai-Nilai Keislaman, 10(2), 205–224.
Suryadi, S. (2015). Rekonstruksi Kritik Sanad Dan Matan Dalam Studi Hadis. Esensia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 16(2), 177–186.
Suryadinata, M. (2016). Kritik Matan Hadis: Klasik Hingga Kontemporer. Ushuluna, 2(2), 338492.
Tangngngareng, T., Puyu, D. S., & Rayyn, I. G. B. A. P. (2021). Sejarah Dan Kaidah Jarh Wa Al-Ta’dil. Ihyaussunnah: Journal Of Ulumul Hadith And Living Sunnah, 1(2), 142–163.
Wiranda, A., & Fatah, A. (2025). Perspektif Al-Qur’an Terhadap Cyberbullying Dalam Etika Digital. Millatuna: Jurnal Studi Islam, 2(04).
Yaqinah, S. N., & Antok, I. H. (2024). Analysis Of Islamic Communication About Oxymora Cancel Culture On Virtual Media In Indonesia. Al-Balagh: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 9(2), 351–392.
Zubaidillah, M. H. (2018). Ilmu Jarh Wa Ta’dil.





