Relevansi Pemikiran Ekonomi Ibnu Hazm terhadap Konsep Keadilan dan Distribusi di Indonesia

Authors

  • Ma'mur Munjat UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Rifqi Muthoharul Janan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Wartoyo UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.54213/alwajih.v1i2.638

Keywords:

Ibnu Hazm, keadilan ekonomi, distribusi kekayaan, ekonomi Islam, Indonesia

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran ekonomi Ibnu Hazm dalam konteks keadilan dan distribusi, serta relevansinya terhadap ketimpangan ekonomi di Indonesia. Ibnu Hazm, seorang ulama terkemuka dari Andalusia, menekankan pentingnya kewajiban etis dalam menegakkan keadilan (‘adl) dan pemerataan distribusi kekayaan (‘adl fi al-taqsim) dalam ekonomi Islam. Kajian ini mengulas pemikiran Ibnu Hazm dan membandingkannya dengan realitas distribusi ekonomi di Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa prinsip-prinsip beliau—seperti larangan monopoli, keadilan dalam kontrak, dan redistribusi berbasis zakat—masih sangat relevan hingga saat ini, khususnya dalam menghadapi ketimpangan yang semakin meningkat. Data mengenai Rasio Gini dan tingkat kemiskinan di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan distribusi kekayaan yang terus bertahan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pemikiran ekonomi Ibnu Hazm yang berpusat pada nilai keadilan dapat menjadi landasan normatif bagi perumusan kebijakan ekonomi yang bertujuan mencapai keadilan distributif di Indonesia modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

American Nurses Association. (n.d.). Kesiapsiagaan bencana. https://www.nursingworld.org/practice-policy/work-environment/health-safety/disaster-preparedness/

Ashari, A. (2020). Relevansi teori keadilan Rawls dalam ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi Islam dan Pembangunan, 11(1), 15–27. https://doi.org/10.21043/jeip.v11i1.7162

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik kesejahteraan rakyat Indonesia 2023. https://www.bps.go.id

Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.

Haneef, M. A. (2005). A critical survey of Islamization of knowledge. IIUM Press.

Ibnu Hazm. (1996). Al-Muhalla bil Atsar. Dar al-Fikr.

Ibnu Hazm. (1998). Al-Fasl fi al-Milal wa al-Ahwa’ wa al-Nihal. Al-Maktabah al-Taufiqiyyah.

Kahf, M. (2004). Islamic economics: What went wrong? JKAU: Islamic Economics, 19(1), 67–89. https://doi.org/10.4197/islec.19-1.3

Nurizal, M. (2022). Zakat as a tool for redistribution. Islamic Economics Journal, 14(2), 211–230. https://ejournal.example.org/zakatredistribusi

Qaradawi, Y. al-. (1999). Fiqh al-zakah: A comparative study. Muassasah al-Risalah.

Rawls, J. (1971). A theory of justice. Harvard University Press.

Sen, A. (1999). Development as freedom. Anchor Books.

Syafii Antonio, M. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani.

World Bank. (2021). Indonesia economic prospects: Boosting the recovery. https://www.worldbank.org/en/country/indonesia/publication/indo-economic-prospects

Zarkasyi, H. F. (2015). Epistemologi Islam dan Islamisasi ilmu pengetahuan. Tsaqafah, 11(1), 1–25. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v11i1.375

Downloads

Published

2024-12-30

How to Cite

Relevansi Pemikiran Ekonomi Ibnu Hazm terhadap Konsep Keadilan dan Distribusi di Indonesia. (2024). Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 1(2), 88-95. https://doi.org/10.54213/alwajih.v1i2.638