Siklus Integratif Metode Taḥlīlī Dan Muqārin: Rekonstruksi Epistemologi Hadis Dalam Hukum Keluarga di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.54213/tvpnmv15Keywords:
Hadis Aḥkām, Metode Taḥlīlī, Metode Muqārin, Walī Nikah, PoligamiAbstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis secara sistemis integrasi metode taḥlīlī dan muqārin dalam pemahaman hadis hukum keluarga serta implikasinya terhadap putusan peradilan agama di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan kasus melalui sumber data primer berupa al-Kutub al-Sittah serta putusan Pengadilan Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi sanad dan matan melalui metode taḥlīlī terhadap hadis kewajiban walī menegaskan posisi walī sebagai rukun nikah, namun metode muqārin memberikan ruang fleksibilitas bagi hakim untuk menetapkan walī hakim dalam kasus ‘aḍal. Selain itu, analisis taḥlīlī terhadap hadis Miswar bin Makhramah mengungkap bahwa ‘illah pelarangan poligami terletak pada unsur al-idżā’ yang kemudian diadopsi hakim sebagai ratio decidendi dalam membatasi izin poligami secara ketat. Integrasi metodologi ini terbukti krusial untuk menghasilkan produk hukum yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah dan responsif terhadap dinamika sosial kontemporer di Indonesia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan siklus metodologis yang utuh sangat diperlukan oleh para praktisi hukum guna meminimalisir ambiguitas naskah serta mewujudkan keadilan substantif dalam penyelesaian berbagai sengketa keluarga.
Downloads
References
Abbas, F. M. (2024). Analisis Kritis Tashih Dan Tadh’if Hadits Al-Albani Di Riyadussholihin. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 1(1), 52–58.
Aditya, M., & Fathullah, F. (2023). Konsep wali nikah dalam Undang-Undang Perkawinan nomor 1 tahun 1974 menurut pandangan ulama’ Hanafiyah dan Syafi’iyah. Al-Muqaranah, 1(1), 1–15.
Al-Albani, N. (1985). Irwa' al-Ghalil fi Takhrij Ahadith Manar al-Sabil. Al-Maktab al-Islami.
Al-Asqalani, I. H. (2002). Fathul Baari: Penjelasan kitab Shahih Al Bukhari (Terjemahan). Pustaka Azzam.
Al-Mubarakfuri, M. A. (2003). Tuhfat al-Ahwadzi bi Syarh Jami' al-Tirmidzi. Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Anam, W., & Sulaeman, M. (2024). Law, ethics, and hadith ahkam: An analysis of Fatwa MUI in the perspective of progressive interpretation. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 8(2), 1025–1046.
Anwar, R. (2005). Ilmu Tafsir. Bandung: Pustaka Setia.
Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as philosophy of Islamic law: A systems approach. IIIT.
Ismail, S. (1995). Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual: Telaah Ma'anil Hadis tentang Ajaran Islam yang Universal, Temporal, dan Lokal. Bulan Bintang.
Juriono. (2021). Penerapan metode tahlili dalam syarah hadis. Al-Mu’tabar: Jurnal Ilmu Hadis, 2(2), 58–71.
Khallaf, A. W. (2005). Ilmu Ushul Fiqh (Terjemahan Halimuddin). Rineka Cipta.
Kurniawan, B. (2020). Metodologi memahami hadis. An-Nidzam: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Studi Islam, 7(1), 1–15. https://doi.org/10.33507/an-nidzam.v7i1.324.
Makarimi, F. N., & Nuruddien, M. (2023). Pertimbangan hakim terhadap permohonan izin poligami karena istri menopause perspektif maslahah al-Syathibi. Sakina: Journal of Family Studies, 7(1), 31–39.
Muhtador, M. (2018). Sejarah perkembangan metode dan pendekatan syarah hadis. Riwayah: Jurnal Studi Hadis, 2(2), 259–272. https://doi.org/10.21043/riwayah.v2i2.3130.
Pagar, P., Khair, N., & Siregar, F. B. (2021). Implementation of counseling through Islamic Religious Courts in resolving polygamy household disputes. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 4(3), 205–215.
Rasyidah, H., & Rusdi, M. A. (2024). Hukum pernikahan tanpa wali: Perbandingan pemikiran hukum fiqhi Imam Abu Hanifah dan Kompilasi Hukum Islam. Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman, 19(2), 141–149.
Rokim, S. (2017). Mengenal metode tafsir tahlili. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 3(1), 41–55.
Salsabillah, N., & Mustafa, A. D. (2023). Pertimbangan hakim terhadap penetapan wali adhal bagi anak perempuan yang berbeda agama. Sakina: Journal of Family Studies, 7(4), 451–463.
Suryadilaga, M. A. (2017). Metodologi syarah hadis dari klasik hingga kontemporer. Kalimedia.
Wigati, A., & Pramuja, M. D. (2024). Kelebihan dan kekurangan serta ke empat metode tafsir (Al-Ijmali, At-Tahlili, Al Muqaran, Al Maudhu'i). KAPALAMADA: Jurnal Multidisipliner, 3(4), 117–138.
Yahya, A., & Zainuddin, M. (2021). The interpretation of the hadith on the characteristics of women. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 5(1), 270–289.





