Urgensi Pesantren Ditengah Pusaran Ideologi Transnasional(Agama Dan Ideologi)
DOI:
https://doi.org/10.54213/tmdz7t62Keywords:
Pesantren, Ideologi Transnasional, Radikalisme, Moderasi Beragama, Panca Jiwa.Abstract
Artikel ini membahas urgensi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan ideologi transnasional yang berkembang di Indonesia. Ideologi transnasional, seperti gerakan radikal dan fundamentalis, telah menimbulkan berbagai persoalan sosial, politik, dan keagamaan yang berpotensi mengancam persatuan bangsa. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, artikel ini menelaah literatur yang relevan mengenai konsep ideologi transnasional, faktor penyebab kemunculannya, serta peran pesantren dalam merespon fenomena tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa melalui nilai-nilai panca jiwa, seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan. Nilai-nilai tersebut menjadi benteng ideologis yang mampu menangkal paham radikal sekaligus memperkuat moderasi beragama. Dengan mengedepankan pendidikan akhlak, wawasan keislaman yang moderat, serta dukungan terhadap prinsip kebangsaan dan demokrasi, pesantren berkontribusi signifikan dalam menjaga harmoni sosial dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Downloads
References
Abbas, F. M. (2023). Tradisi Solidaritas Sosial Pada Haul Ki Newes Dalam Masyarakat Indramayu. Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 9(4), 1804-1816.
Abidin, Z. (2008). Pesantren dan Transformasi Sosial: Memotret Peran Pesantren dalam Pembangunan Masyarakat Madani", dalam Media Nusantara (Bandung: LPPM Universit Islam Nusantara). Bandung: LPPM Universitas Islam Nusantara, 3.
Aini, N. (2009). Pesantren, Organisasi Modern Islam di Masa Penjajahan. Darussalam, Jumal Ilmiah Islam Dan Sosial (Martapura: Sekolah Linggi Agama Islam Darussalam), 8(1), 47–64.
Aksa, A. (2017). Gerakan Islam Transnasional: Sebuah Nomenklatur, Sejarah dan Pengaruhnya di Indonesia. Yupa: Historical Studies Journal, 1(1), 1–14.
Aswaja, R. (2017). PENANGGULANGAN ANCAMAN RADIKALISME IDEOLOGI TRANSNASIONAL TERHADAP NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA MELALUI NILAI-NILAI ASWAJA. PROCEEDINft, 1.
Bahasa, T. P. K. P. (2008). Kamus bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
Bhagaskoro, P., Pasopati, R. U., & Syarifuddin, S. (2019). Pancasila Dalam Interaksi Kearifan Lokal Dan Ideologi Transnasional. Jurnal Inovasi Ilmu Sosial Dan Politik (JISoP), 1(2), 112–132.
Husni, Z. M. (2020). NU Di Tengah Pusaran Ideologi-Ideologi Transnasional. Jurnal Islam Nusantara, 2(1), 45–59.
Khalifaturrahman, K., Al Faruqi, A. R. H., & Huringiin, N. (2021). The Philosophy and Application of Panca Jiwa at Pondok Modern Darussalam Gontor-Ponorogo (A Field Study on Class 5 Dormitory Managers). Educan: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 170–189.
Kulsum, U. (2020). Konstelasi Islam Wasathiyah Dan Pancasila Serta Urgensinya Dalam Bernegara Perspektif Maqasid Al-Syari’ah. Journal of Islamic Civilization, 2(1), 51–59.
Newsroom, R. (2009). Perlu Deradikalisasi Pemahaman Islam di Ponpes. Jumat.
Rokhim, M. A., & Wasi, U. (2021). EKSISTENSI PESANTREN DITENGAH PUSARAN RADIKALISME DAN IDEOLOGI TRANSNASIONAL. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah: Media Ke-Islaman, Pendidikan Dan Hukum Islam, 19(2), 170–191.
Syafi’i Mufid, A. (2011). Perkembangan Paham Keagamaan Transnasional Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Dan Diklat Jakarta.
Untung, M. (2016). Gagasan Abdurrahman Wahid tentang Pengembangan Pendidikan Pesantren (1970-1980). International Journal Ihya”Ulum al-Din, 18(1), 87–119.
Wahid, K. A. (2001). Menggerakkan Tradisi; Esai-esai Pesantren. Lkis Pelangi Aksara.
Zarkasyi, A. S. (2005). Manajemen Pesantren: Pengalaman Pondok Modern Gontor. Trimurti Press.






