KH Ahmad Mursyidin dan Rumor Keramat : Sebuah Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Psikologi Sosial
DOI:
https://doi.org/10.54213/1bebk742Keywords:
Kata Kunci : Keramat, Wali Allah, Masyarakat Buntet Pesantren, Fenomena sosial-keagamaanAbstract
Penelitian ini mengkaji sosok KH Ahmad Mursyidin, sosok yang sangat dihormati oleh keluarga besarnya, para kiai, dan masyarakat di Pondok Pesantren Buntet serta sekitarnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki pengabdian tinggi kepada masyarakat tanpa memandang status sosial, serta mampu memadukan ilmu dan amal saleh, teori dan praktik, agama dan kehidupan sosial, serta kesalehan spiritual dan sosial. Teladan hidupnya membuat beliau dihormati dan bahkan dianggap sebagai wali Allah, karena sifat-sifatnya selaras dengan karakteristik wali sebagaimana yang dideskripsikan oleh para ulama. Keyakinan ini kemudian berujung pada anggapan bahwa beliau adalah sosok yang agung. Namun, terdapat perbedaan penafsiran di kalangan masyarakat; sebagian memandang keramat sebagai anugerah spiritual, sementara yang lain menafsirkannya sebagai bentuk ilmu ramalan yang serupa dengan primbon Jawa.
Melalui penelitian lapangan, penulis mengidentifikasi permasalahan seperti kurangnya klarifikasi yang komprehensif mengenai isu-isu terkait kesucian dan kesulitan masyarakat dalam mengidentifikasi kebenaran informasi yang beredar. Hal ini menimbulkan dua dampak utama: ketidaknyamanan dari KH Ahmad Mursyidin sendiri dan pembenaran sepihak dari masyarakat atas kepercayaan terhadap rumor tersebut. Penelitian ini menekankan pentingnya klarifikasi dan pendekatan ilmiah dalam memahami fenomena keagamaan dan sosial agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan
Downloads
References
Ashfi, M. S. (2023). Konsep wali Allah dalam perspektif Al-Qur’an (Studi analisis Tafsir Rûḥ al-Ma‘ānī karya al-Alūsī) [Skripsi sarjana, Institut PTIQ Jakarta].
Diannita, N., & Rita, M. R. (2021). Confirmation bias dalam keputusan investasi dana pensiun dengan moderasi gender. Jurnal Visi Manajemen, 7(2), 102–119. https://doi.org/10.56910/jvm.v7i2.162
Faktapers.id. (2023, August 6). Mengenang sang wali Abuya Dimyati. https://faktapers.id/2023/08/06/mengenang-sang-wali-abuya-dimyati/
Faudah, S. (2025, February 10). Metodologi dakwah Ahlussunnah wal Jamaah: Tantangan dan strategi [Rekaman audio kuliah umum]. Buntet Pesantren. https://drive.google.com/file/d/1ee2hlywil0pvowsxclmesifl1j-Nyp3w/view
Faylasuf, S. A. (2022, December). Kenapa Gus Dur disebut wali Allah? Bincang Syariah. https://bincangsyariah.com/khazanah/profil-tokoh/kenapa-gus-dur-disebut-wali-alla
Fery, M. (2023). Konsep dan karakteristik wali Allah dalam Surah Yūnus ayat 62. Tafhim Al-’Ilmi, 14(2), 279–291. https://doi.org/10.37459/tafhim.v14i2.6546
Ihsana, N. W., & Urfan, N. F. (2024). Mitos kepercayaan dalam budaya Jawa pada film Primbon. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 23(1), 201–214. https://doi.org/10.32509/wacana.v23i1.3970
Ngopibareng.id. (2020, January 26). Menyingkap tabir wali Allah: Kisah Habib Luthfi – Sayid al-Maliki. https://www.ngopibareng.id/read/menyingkap-tabir-wali-allah-kisah-habib-luthfi-sayid-al-maliki-2944723
Raafifalah, I. B. (2021). Pengaruh herd behavior dan heuristic (representativeness, anchoring, overconfidence, dan availability bias) terhadap investment decision investor mahasiswa di Kota Malang. Parsimonia: Jurnal Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis, 8(2). https://doi.org/10.33479/parsimonia.v8i2.543
Susetyo, D. P. B. (2021). Dinamika kelompok: Pendekatan psikologi sosial. Universitas Katolik Soegijapranata.
Vitmiasih, V., Maharani, S. N., & Narullia, D. (2021). Pengambilan keputusan investasi rasional: Tinjauan dampak perilaku representativeness bias dan herding effect. JATI: Jurnal Akuntansi Terapan Indonesia, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.18196/jati.v4i1.9255





